Wowbogor.com merupakan salah satu e-commerce penyedia berbagai voucher promo produk dan jasa di Bogor. Wowbogor.com lahir dari kesadaran pentingnya kemudahan berbelanja bagi publik internet yang terus berkembang.

Waspada! Inilah 10 Fakta Penyakit Hepatitis yang Wajib Kamu Tau

1,508

Sadar nggak sih ternyata penyakit hepatitis adalah salah satu penyakit berbahaya di sekitar kita yang belum banyak orang tau dan sadar dengan keberadaannya. Penyakit hepatitis ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat negara berkembang, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri berada pada nomor 2 negara dengan pengidap hapatitis B tertinggi setelah Myanmar diantara negara anggota WHO SEAR.

Agar kamu lebih waspada, yuk simak fakta-fakta seputar penyakit hepatitis :

1. Apa itu hepatitis?

Hepatitis terdiri dari dua kata, hepar (hati) dan -itis (radang). Jadi, yaps hepatitis artinya peradangan hati. Hepatitis sendiri disebabkan dari virus hepatitis, obat-obatan, alkoholik, virus lain (dengue, herpes), parasit (malaria, amoeba), dan perlemakan.

2. Stop persepsi salah tentang hepatitis

Ada hepatitis A, B, C, D, dan E. Nama hepatitis ini ternyata bukan merupakan level penyakit lho. Misal, seseorang yang mengidap hepatitis B lambat laun akan mengidap hepatitis C, D, dan E. Bukan seperti itu teorinya. Jadi, penamaan hepatitis ini ternyata didasarkan pada jenis virus penyebabnya.

3. Ada 1 diantara 10 penduduk Indonesia telah mengidap virus hepatitis B

Sekitar 23 juta penduduk Indonesia pernah terinfeksi virus hepatitis B. Virus hepatitis B ini bersifat akut dan kronik, serta dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati. Nah masih ingatkah Bogoran tentang salah satu kasus hepatitis B pada Desember 2015 di IPB? So, jangan dianggap remeh ya penyakit ini.

4. Hanya hepatitis A dan E yang menular melalui makanan/minuman

http://blog.wowbogor.com
Tripfoodbogor

Berbeda dari hepatitis B, C, dan E yang ditularkan melalui darah dan hubungan seksual, hepatitis A dan E menular melalui makanan/minuman. Kamu yang tidak sengaja mengkonsumsi makanan/minuman dengan virus hepatitis A dan E biasanya akan mual, muntah, nafsu makan berkurang, demam, atau bahkan tidak menunjukkan gejala.

5. Sekitar 80% kasus hepatitis tidak menunjukkan gejala

Tau nggak, ternyata hati kita tidak punya saraf lho. Oleh karnanya, ketika hati kita terjangkit virus hepatitis, kita tidak akan merasa sakit. Mengingat dampak buruknya yang dapat menyebabkan sirosis (kekerasan hati) dan kanker hati, maka dibutuhkan kesadaran pada setiap individu yang memiliki resiko penyakit ini untuk segera melakukan tes sedini mungkin.

6. Pencegahan hepatitis B melalui imunisasi

Nah, ternyata pencegahan virus hepatitis B ini sudah ada sejak 1997 melalui imunisasi. Imunisasi hepatitis B terdiri dari imunisasi aktif dan imunisasi pasif.

7. Kapan dilakukan imunisasi hepatitis B?

Imunisasi hepatitis B ini bisa dilakukan dengan imunisasi aktif (pada bayi yang baru lahir), imunisasi pasif (bayi yang baru lahir dari ibu penderita hepatitis B), dan setelah ada tes laboratorium (remaja dan dewasa yang dinyatakan positif hepatitis B).

8. Sampai saat ini belum ada vaksin pencegah hepatitis C

Hepatitis C menjadi salah satu penyakit yang terlambat diketahui, sedangkan vaksinnya pun belum ada. Oleh karenanya pencegahan yang utama adalah menghindari faktor resiko dan sedini mungkin lakukan tes.

9. Golongan usia muda pengidap hapatitis C di Indonesia cenderung meningkat

http://blog.wowbogor.com
Riskesdas

Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menyebutkan setidaknya ada 30,94% golongan usia 20-29 tahun mengidap hepatitis C yang sebagian besar merupakan pengguna napza suntik.

10. Hepatitis C bisa disembuhkan

Walau belum ditemukan vaksin untuk mencegah virus hepatitis C, peluang besar untuk penyembuhannya sangat tinggi, bahkan hingga lebih dari 90%. Apa yang sangat perlu diperhatikan? Yaps, deteksi sedini mungkin. Bagi kamu yang beresiko, segeralah lakukan pemeriksaan darah (antiHCV) dan lakukan pengobatan segera.

Kini pengobatan hepatitis C lebih aman dan akses pengobatannya pun terus menerus mengalami kemajuan. Pengobatan hepatitis C kini bisa dilakukan oral melalui obat efektif, DAA. Kemenkes RI bersama dengan PKNI (Persaudaraan Korban Napza Indonesia) secara berkala mengoptimalkan upaya eliminasi hepatitis C melalui sosialisasi dan peningkatan layanan kesehatan.

http://blog.wowbogor.com
wowbogor.com

Layanan terapi hepatitis C sudah dapat diakses di 6 provinsi dan 28 RS di Indonesia.

Berikut pusat layanan terapi hepatitis C wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat :

Ada 13 RS di wilayah DKI Jakarta ,yakni : RSCM, RS. St.Carolus, RS Dharmais, RSUD Tebet, RS Persahabatan, RS Pasar Rebo, RS Fatmawati, RS Pelni, RS Tarakan, RS Koja, RS RSPAD, RS Pengayoman, dan RS Cengkareng.

Wilayah Jawa Barat, yakni : RS Hasan Sadikin Kota Bandung, RSUD Kota Bogor, RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dan RSUD R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

More info :

https://napzadanhati.info/